
helm, untuk mengurangi resiko berkendara jika terjadi kecelakaan. Kita masih
konsisten terhadap pemahaman dan pentingnya helm ini sewaktu memberikan nasihat
kepada adik kita, teman, atau kenalan lainnya. Artinya antara pemahaman,
pikiran, dan ucapan masih konsisten.
Tetapi sewaktu kita yang harus menggunakan helm, kita mungkin
celingak-celinguk dulu memantau ada polisi di jalur yang akan dilalui atau
tidak, atau syarat-syarat lain harus terpenuhi dulu barulah helm tersebut boleh
‘nongkrong’ di kepala kita. Apalagi jika kita baru keluar dari salon dengan
potongan rambut terbaru. Rasanya tidak tega membiarkan rambut kita ‘tertimpa’
oleh helm yang biasanya jarang dicuci sehingga menjadi sumber berbagai bau.
Sama halnya dengan pemahaman kita terhadap kebaikan dan ketidakbaikan. Belum
tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan.
Walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum
menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula
tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya
pikiran yang baik ini.
Righteous Kill
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Quisque sed felis
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...
Etiam augue pede, molestie eget.
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit. Quisque sed felis. Aliquam sit amet felis. Mauris semper, velit semper laoreet dictum, quam diam dictum urna, nec placerat elit nisl in ...



